Demplot DI.Grow : Panen Naik 20% ! Meski Pupuk Kimia Dikurangi 30% !

Kegiatan Demplot Aplikasi Pupuk DI.Grow pada Tanaman Padi Varietas Pajajaran dilaksanakan di Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada lahan sawah seluas 100 Bata (1.400 m2) milik Bpk Udin, anggota Poktan Tani Mukti I, menunjukkan hasil yang sangat positif dibandingkan pola pemupukan konvensional.

Sejak awal tanam (13 Maret 2025) hingga panen (15 Juni 2025), tanaman pada petak perlakuan DI.Grow + pupuk kimia dosis 70% menunjukkan pertumbuhan lebih cepat, daun lebih hijau, dan kondisi tanaman lebih sehat.

📈 Pertumbuhan vegetatif lebih optimal

Tanaman dengan aplikasi DI.Grow memiliki akar yang lebih kuat, daun lebih tebal dan tegak, serta warna hijau yang lebih pekat — tanda efisiensi fotosintesis dan serapan hara yang tinggi.

📈  Jumlah anakan dan bulir meningkat tajam

Jumlah anakan produktif naik dari 18 menjadi 21 per rumpun (↑16,7%), sementara jumlah bulir per malai melonjak dari 65 menjadi 133 (↑104,6%). Ini menunjukkan peran zat pengatur tumbuh alami DI.Grow dalam memperkuat pembentukan malai dan pengisian bulir.

📈 Produktivitas naik 20,32% meski pupuk kimia dikurangi 30%

Hasil ubinan meningkat dari 6,25 ton/ha menjadi 7,52 ton/ha, membuktikan bahwa DI.Grow mampu meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus memperbaiki kualitas tanah dan menekan ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

📈  Lebih tahan stres dan penyakit

Tanaman yang diberi DI.Grow menunjukkan ketahanan lebih tinggi terhadap perubahan cuaca dan serangan hawar daun bakteri (BLB). Daun tetap hijau hingga panen dan batang tidak mudah rebah meskipun malai berat.

📈  Dampak ekonomi dan sosial nyata bagi petani

Peningkatan hasil 1,27 ton/ha memberi tambahan pendapatan sekitar Rp 8,25 juta per hektar. Petani juga mulai memahami bahwa keberhasilan pertanian modern tidak hanya bergantung pada banyaknya pupuk, tetapi juga pada efisiensi penyerapan hara dan keseimbangan ekosistem tanah.