Bpk H. Komaludin, Desa Margamukti, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung.
Di dataran tinggi sejuk Pangalengan, di tengah hamparan kebun sayuran yang hijau dan tertata rapi, ada satu kisah yang bukan sekadar cerita… tapi bukti nyata dari konsistensi dan kepercayaan. Namanya Bpk H. Komaludin. Seorang petani sayuran yang sudah puluhan tahun menggarap lahan di Kampung Los Cimaung, Desa Margamukti, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung.
Dengan total lahan kurang lebih 11 hektar, beliau menanam berbagai komoditas—mulai dari kentang, kubis, pecai, seledri, wortel, hingga cabai keriting dan cabai rawit. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah berubah selama lebih dari satu dekade: kepercayaannya pada pupuk DI.Grow.
Semua berawal sekitar 11 tahun lalu. Dari sebuah tayangan di TVRI Bandung, awal mula Bpk H. Komaludin mengenal pupuk DI.Grow. Saat itu mungkin hanya sekadar mencoba… seperti kebanyakan petani lainnya yang penasaran dengan produk baru. Tapi siapa sangka, keputusan kecil itu justru menjadi titik balik besar dalam perjalanan pertaniannya. Sejak saat itu, beliau tidak pernah berhenti menggunakan DI.Grow.
Di dunia pertanian, banyak janji bertebaran. Tapi yang benar-benar bertahan… hanya yang terbukti di lapangan. Kisah Bpk H. Komaludin adalah salah satunya. Ini bukan teori. Ini pengalaman nyata.