Produktivitas kacang hijau sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi pada setiap fase pertumbuhan. Selain pemupukan dasar, pemberian nutrisi pendamping yang tepat dapat membantu tanaman tumbuh lebih optimal sehingga mampu menghasilkan polong yang lebih banyak dan berisi.
Hal tersebut dibuktikan oleh H. Matrawi, seorang petani asal Lamongan, yang merasakan perubahan signifikan pada pertanaman kacang hijaunya setelah menggunakan Pupuk Organik Cair Digrow.
Menurut H. Matrawi, sejak pertama kali menanam kacang hijau, ia belum pernah memperoleh hasil sebaik musim tanam kali ini.
“Sejak mulai menanam kacang hijau, saya belum pernah mendapatkan hasil seperti sekarang. Tanamannya tumbuh lebih subur, bunganya sangat banyak, buahnya lebat, dan polongnya mentes. Hasil panennya juga jauh lebih banyak dibanding musim sebelumnya.”
Tanaman Lebih Sehat Sejak Awal Pertumbuhan
Pada fase vegetatif, H. Matrawi mengaplikasikan Digrow Hijau sebanyak 2 kali, yaitu pada umur 15 HST dan 22 HST dengan dosis 3 ml per liter air.
Memasuki fase generatif, aplikasi dilanjutkan menggunakan Digrow Merah pada umur 30 HST, 37 HST, dan 44 HST dengan dosis 5 ml per liter air.
Aplikasi dilakukan pada pagi hari agar penyerapan nutrisi berlangsung lebih optimal. Digrow juga dicampurkan bersama pestisida sehingga aplikasi menjadi lebih efisien tanpa perlu penyemprotan terpisah.
Hasil yang Terlihat di Lapangan
Perawatan yang dilakukan memberikan perubahan yang nyata pada pertanaman kacang hijau, antara lain:
- Tanaman tumbuh lebih subur dan seragam.
- Percabangan berkembang dengan baik.
- Pembungaan lebih banyak.
- Pembentukan buah lebih lebat.
- Polong terisi penuh (mentes) sehingga berpotensi meningkatkan bobot hasil panen.
Berdasarkan pengalaman H. Matrawi, hasil panen musim ini diperkirakan meningkat lebih dari 50% dibandingkan panen sebelumnya.
Pengalaman H. Matrawi menunjukkan bahwa penerapan program nutrisi yang tepat dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang hijau.
Testimoni ini menjadi salah satu bukti lapangan bahwa pengelolaan nutrisi yang baik dapat membantu petani memperoleh tanaman yang lebih sehat, pembungaan yang lebih optimal, serta potensi peningkatan hasil panen yang lebih tinggi.