2 kali semprot padi pulih dari asam-asaman

Perkembangan Tanaman Padi Asem-aseman Setelah Aplikasi DIGROW

Bapak Afif – Lamongan

Budidaya tanaman padi yang dilakukan oleh Bapak Afif pada musim tanam (MT) ke-3 sempat menghadapi kendala berupa munculnya gejala asem-aseman pada tanaman. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan warna daun menjadi kekuningan, pertumbuhan tanaman yang terlihat kerdil, serta perkembangan tanaman yang kurang optimal. Kondisi ini menjadi perhatian karena apabila pertumbuhan tanaman tidak segera ditangani dan dipelihara dengan baik, maka akan berpotensi poso atau gagal panen.

Setelah gejala asem-aseman mulai terlihat, Bapak Afif melakukan aplikasi Pupuk Organik Cair DIGROW melalui penyemprotan dengan dosis 5 ml/liter air. Aplikasi dilakukan sebanyak dua kali dengan interval waktu tujuh hari. Penyemprotan pertama dilakukan setelah tanaman menunjukkan gejala, kemudian aplikasi kedua dilakukan tujuh hari setelah aplikasi pertama dengan dosis yang sama. Selama proses tersebut, perkembangan tanaman terus diamati untuk melihat perubahan kondisi pertumbuhan setelah dilakukan aplikasi DIGROW.

Kondisi Asam asaman
kondisi 2 kali aplikasi DIGROW

DIGROW merupakan formulasi yang mengandung komponen biostimulan alami, unsur hara makro dan mikro, asam amino, asam alginat, humic acid, serta senyawa pengatur tumbuh alami (ZPT). Kombinasi berbagai komponen tersebut dirancang untuk membantu mendukung proses fisiologis tanaman, terutama dalam menunjang pertumbuhan vegetatif, pemanfaatan nutrisi, perkembangan akar dan bagian tanaman, serta membantu tanaman menghadapi kondisi stres. Ekstrak rumput laut diketahui memiliki beragam senyawa bioaktif, termasuk polisakarida, asam amino, mineral, vitamin, dan senyawa yang berhubungan dengan regulasi pertumbuhan tanaman.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, setelah dua kali aplikasi DIGROW mulai terlihat adanya perkembangan positif pada kondisi tanaman. Tanaman yang sebelumnya terlihat kuning dan kerdil mulai menunjukkan perubahan warna daun menjadi lebih hijau. Pertumbuhan tanaman juga terlihat lebih aktif, ditandai dengan tanaman yang mulai meninggi dan perkembangan vegetatif yang tampak lebih subur dibandingkan kondisi awal ketika gejala asem-aseman muncul.

Perubahan tersebut semakin menarik perhatian karena tanaman yang sebelumnya mengalami hambatan pertumbuhan mulai menunjukkan perkembangan kembali. Daun terlihat lebih hijau dan pertumbuhan tanaman semakin meningkat. Seiring dengan membaiknya pertumbuhan vegetatif, perkembangan anakan juga mulai terlihat dan diharapkan dapat terus bertambah seiring dengan pemeliharaan tanaman pada fase berikutnya.

Pengalaman Bapak Afif pada musim tanam ke-3 ini menunjukkan bahwa kondisi tanaman padi yang mengalami gejala asem-aseman perlu mendapatkan perhatian dan penanganan sejak gejala mulai muncul. Aplikasi DIGROW dengan dosis 5 ml/liter air sebanyak dua kali dengan interval tujuh hari menjadi salah satu perlakuan yang dilakukan dalam upaya membantu mendukung pemulihan dan perkembangan tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan kondisi tanaman dari yang sebelumnya kuning dan kerdil menjadi lebih hijau, mulai meninggi, dan terlihat lebih subur setelah dilakukan dua kali aplikasi.