Rahasia Kedelai Tumbuh Subur dan Panen Maksimal Walaupun Tanpa Pengairan.
Testimoni bapak Ali – Lamongan
Bagaimana tanaman kedelai tetap dapat tumbuh subur dan berproduksi optimal meskipun tanpa pengairan tambahan? Salah satu pengalaman menarik datang dari Bapak Ali di Lamongan, yang membudidayakan kedelai dengan mengandalkan kondisi air yang tersedia di lahan tanpa pengairan tambahan secara intensif. Di tengah kondisi tersebut, pemeliharaan tanaman dilakukan dengan memperhatikan kecukupan nutrisi dan dukungan biostimulan sejak fase vegetatif hingga generatif.
Dalam budidayanya, Bapak Ali menggunakan DIGROW secara bertahap sesuai perkembangan tanaman. Pada fase vegetatif, DIGROW Hijau diberikan dengan dosis 3 ml/liter air pada umur 15, 22, dan 29 HST. Selanjutnya memasuki fase generatif, aplikasi dilanjutkan menggunakan DIGROW Merah dosis 5 ml/liter air pada umur 35, 45, dan 45 HST sesuai pola aplikasi di lahan.
DIGROW merupakan nutrisi plus biostimulan alami berbahan dasar rumput laut cokelat Ascophyllum nodosum. Formulasinya mengandung unsur hara makro dan mikro, asam amino, asam humat, asam fulvat, asam alginat, serta ZPT alami. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mendukung proses fisiologis tanaman, pertumbuhan vegetatif, perkembangan akar, serta pertumbuhan tanaman hingga memasuki fase generatif.
Dalam kondisi ketersediaan air yang terbatas, asam alginat dan asam amino menjadi komponen yang menarik. Asam alginat merupakan polisakarida yang berasal dari rumput laut dan memiliki karakteristik yang berkaitan dengan interaksi air dan mineral. Sementara itu, asam amino berperan dalam berbagai proses metabolisme tanaman dan merupakan penyusun protein. Keduanya menjadi bagian dari formulasi biostimulan yang dapat membantu mendukung kondisi fisiologis tanaman ketika menghadapi lingkungan yang kurang ideal.
Hasil pengamatan pada tanaman kedelai Bapak Ali menunjukkan bahwa tanaman tetap mampu berkembang dari fase vegetatif menuju generatif meskipun tanpa pengairan tambahan secara intensif. Pertumbuhan tanaman terus dipelihara dan dipantau, dengan aplikasi DIGROW diberikan secara berkala sesuai fase pertumbuhan. Dengan dukungan nutrisi dan biostimulan, tanaman diarahkan untuk mempertahankan pertumbuhan yang baik, kemudian melanjutkan proses pembungaan dan pembentukan polong hingga menuju panen
Pengalaman ini menunjukkan bahwa menghadapi budidaya kedelai pada kondisi minim pengairan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan air, tetapi juga bagaimana tanah, nutrisi, perakaran, dan kondisi fisiologis tanaman dikelola secara terpadu. DIGROW menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut untuk mendukung tanaman memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal.
Jadi, rahasianya bukan membuat kedelai tidak membutuhkan air, tetapi membantu tanaman menghadapi kondisi yang ada dengan manajemen budidaya yang tepat.