PENGARUH PEMBERIAN NUTRISI LENGKAP DAN BIOSTIMULAN TERHADAP PENINGKATAN PENGISIAN BULIR DAN BOBOT GABAH PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Produktivitas tanaman padi ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya ketersediaan unsur hara makro dan mikro, kondisi lingkungan, serta manajemen budidaya.
Pada fase generatif, khususnya saat pembentukan malai dan pengisian bulir, tanaman membutuhkan suplai nutrisi yang seimbang untuk mendukung sintesis karbohidrat dan pembentukan pati pada endosperm. Kekurangan unsur tertentu dapat menyebabkan bulir tidak terisi penuh dan bobot gabah menurun.
Pengisian bulir padi yang optimal memerlukan ketersediaan nutrisi lengkap dan dukungan biostimulan untuk meningkatkan efisiensi metabolisme tanaman. Kombinasi nutrisi makro-mikro yang seimbang dengan biostimulan dapat meningkatkan kepadatan bulir dan bobot gabah secara signifikan.
Pemanfaatan pupuk organik DIGROW yang berbasis nutrisi lengkap dan biostimulan (ZPT, Asam amino , Asam Algina, asam fulvat dan humic Acid) dapat menjadi salah satu strategi budidaya modern untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen padi secara berkelanjutan.
Kesaksian dari petani Mas ALI Lamongan “Penggunaan Digrow secara rutin nyata meningkatkan hasil panen lebih dari 30 persen, bulir apadi padat dan bobot”
pemberian pupuk DIGROW dapat diaplaikasi sebagai berikut :
- Perendaman Benih : Dosis 50 ml/20 KG benih (Tambakan air secukupnya)
- Masa Vegetatif : diaplikasikan pada usia 15,25,35 HST (Hari Setelah Tanam) Dosis : 3-5 ml/Liter Air
- Masa Generatif : diaplikasikan pada usia 45, 55, 65 HST (Hari Setelah Tanam) Dosis : 5-7 ml/Liter