Oleh : Asep Rahmat, SP / Agronomis DI.Grow
Demplot aplikasi pupuk DI.GROW pada tanaman jagung dilaksanakan di Desa Sindangsuka, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, pada lahan milik Bapak Nana Suryana dengan luas 100 bata (1.400 m²). Varietas jagung yang digunakan adalah Pioneer P-40, varietas hibrida berpotensi hasil tinggi dan responsif terhadap pengelolaan nutrisi. Kegiatan demplot berlangsung pada periode 23 April hingga 11 Juni 2025, dengan fokus pengamatan pada fase vegetatif awal hingga vegetatif lanjut.
Tujuan utama demplot ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi DI.GROW terhadap pertumbuhan vegetatif, vigor tanaman, dan kesiapan tanaman memasuki fase generatif, khususnya ketika diaplikasikan sejak fase awal pertumbuhan. DI.GROW diaplikasikan pada umur 11 HST, serta dilanjutkan pada 30 dan 40 HST, dan dikombinasikan dengan pemupukan kimia sesuai praktik petani setempat.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi DI.GROW memberikan respons pertumbuhan yang signifikan sejak fase awal. Pada umur 30 HST, tanaman dengan aplikasi DI.GROW memiliki tinggi tanaman rata-rata 94 cm, sedangkan tanaman tanpa DI.GROW hanya mencapai 71,5 cm, atau terjadi peningkatan 31,50%. Lebar daun juga meningkat dari 4,5 cm menjadi 6 cm, setara dengan peningkatan 33,30%. Secara visual, tanaman dengan DI.GROW menunjukkan warna daun lebih hijau, segar, dan pertumbuhan lebih seragam.
Keunggulan tersebut berlanjut hingga umur 49 HST. Tanaman dengan aplikasi DI.GROW mencapai tinggi 210 cm, dibandingkan 170 cm pada tanaman tanpa DI.GROW, atau meningkat 23,50%. Lebar daun meningkat lebih tajam, dari 9 cm menjadi 13 cm, setara dengan peningkatan 44,40%. Selain itu, batang tanaman tampak lebih besar dan kokoh, menunjukkan kapasitas struktural dan fisiologis yang lebih baik.
Secara agronomis, peningkatan tinggi tanaman, lebar daun, dan kekokohan batang mencerminkan kapasitas fotosintesis yang lebih besar, efisiensi penyerapan hara yang lebih baik, serta distribusi fotosintat yang lebih optimal. Keunggulan vegetatif ini memiliki implikasi langsung terhadap pembentukan dan pengisian tongkol, karena fase vegetatif awal merupakan periode penentuan batas maksimum potensi hasil yang tidak dapat sepenuhnya dikompensasi pada fase selanjutnya.
Berdasarkan hasil demplot, dapat disimpulkan bahwa DI.GROW berperan strategis sebagai nutrisi pendukung sekaligus biostimulan, yang mampu memperkuat fondasi pertumbuhan tanaman jagung sejak fase kritis awal. Aplikasi DI.GROW sejak vegetatif awal terbukti meningkatkan vigor tanaman secara berkelanjutan dan membuka peluang pencapaian potensi hasil yang lebih optimal.
Demplot ini merekomendasikan penerapan DI.GROW sejak umur 10–12 HST, dilanjutkan pada fase vegetatif lanjut, sebagai bagian dari strategi budidaya jagung yang berorientasi pada efisiensi nutrisi, kesehatan tanaman, dan peningkatan produktivitas secara berkelanjutan
- UNTUK LAPORAN LENGKAP( PDF) SILAHKAN UNDUH DISINI
- Unduh