Peran Nutrisi Lengkap dan Biostimulan pada Pupuk DIGROW
Oleh : A Alfi Wibowo, SP/Agronomis
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Namun dalam praktik budidaya, banyak petani menghadapi berbagai kendala seperti pertumbuhan tanaman yang lambat, daun menguning, bunga rontok, hingga produktivitas buah yang rendah. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah ketidakseimbangan nutrisi tanaman serta kurangnya dukungan zat perangsang pertumbuhan alami.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan pupuk yang tidak hanya menyediakan unsur hara tetapi juga mengandung biostimulan mulai menjadi perhatian dalam sistem budidaya modern. Salah satu produk yang menggabungkan konsep tersebut adalah pupuk DIGROW, yang diformulasikan dengan nutrisi lengkap serta komponen biostimulan untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Pertumbuhan tanaman cabai sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Secara umum, tanaman memerlukan dua kelompok unsur hara, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.
Ketersediaan unsur hara makro (NPK) yang cukup akan membuat tanaman cabai memiliki pertumbuhan vegetatif yang kuat dan sistem perakaran yang sehat. Selain unsur makro, tanaman cabai juga memerlukan unsur mikro seperti Zn, Fe, Mn, Cu, dan B dalam jumlah kecil tetapi sangat penting. Unsur-unsur ini berperan dalam proses metabolisme, pembentukan enzim, serta meningkatkan efisiensi fotosintesis. Oleh karena itu, penggunaan pupuk dengan komposisi nutrisi lengkap menjadi salah satu kunci keberhasilan budidaya cabai.
Selain unsur hara, tanaman juga membutuhkan senyawa yang dapat merangsang aktivitas fisiologis tanaman. Senyawa tersebut dikenal sebagai biostimulan. Biostimulan bekerja dengan cara meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi, memperkuat sistem perakaran, serta membantu tanaman beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal seperti kekeringan atau serangan penyakit.
Pupuk DIGROW dirancang dengan kombinasi nutrisi plus biostimulan, tanaman tidak hanya mendapatkan nutrisi lengkap tetapi juga dukungan fisiologis untuk memaksimalkan potensi pertumbuhannya.
Adapum Aplikasi Pupuk DIGROW pada Cabai :
DIGROW Hijau : usia 15,25,35 HST, Gunakan dosis 5 ml/liter air
DIGROW Merah : usia 42,49,56, seterusnya interval 7 hari, Gunakan dosis 5-7 ml/liter air
Catatan, aplikasi dapat dicampur pestisida
Dengan pengelolaan nutrisi yang tepat, petani dapat memperoleh tanaman cabai yang lebih subur, kuat, dan berpotensi menghasilkan panen yang lebih optimal.