Testimoni, Bapak Deny, Lamongan
Keberhasilan budidaya melon sangat ditentukan sejak fase persemaian. Bibit yang tumbuh seragam, memiliki akar kuat, dan mudah beradaptasi setelah pindah tanam akan menjadi fondasi penting menuju panen yang maksimal.
Hal inilah yang dirasakan oleh Bapak Deny, petani melon dari Lamongan yang telah menggunakan DiGrow pada fase persemaian benih melon.
“Sebelumnya, saat persemaian sering saya temui bibit tumbuh tidak seragam. Ada yang cepat besar, ada yang tertinggal. Selain itu, saat pindah tanam beberapa bibit mengalami stres dan pertumbuhannya melambat,” ujar Bapak Deny.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Bapak Deny mulai menggunakan Di Grow sejak awal persemaian. Hasilnya mulai terlihat sejak benih berkecambah dan memasuki fase pembentukan daun pertama.
Aplikasi Di grow pada persemaian melon :
Perendaman Benih : Larutakan Di Grow hijau 1-2 ml ke 250 ml air, setelah itu masukan benih dan rendam selama 6 jam, tiriskan dan peram selama 2 hari, setelah tumbuh calon akar, semai ke tray.
Di Persemain : setelah tumbuh kurang lebih 3-4 hari, bibit bisa disemprot Digrow Hijau dengan dosis 1 ml perliter, lakukan dengan interval 3 hari sekali sampai usia 18 hari bibit siap pindah tanam.
“Yang paling saya rasakan adalah pertumbuhan bibit menjadi lebih seragam. Hampir semua bibit tumbuh dengan ukuran yang relatif sama sehingga lebih mudah saat perawatan maupun seleksi bibit siap tanam.”
Selain pertumbuhan yang seragam, perkembangan perakaran juga terlihat lebih baik.
“Saat bibit dicabut dari tray semai, akar terlihat lebih banyak, putih, dan sehat. Media semai terikat kuat oleh akar sehingga bibit tidak mudah rusak ketika dipindahkan.”
Menurut Bapak Deny, keunggulan lain yang dirasakan adalah kemampuan adaptasi bibit setelah pindah tanam ke lahan.
“Biasanya setelah pindah tanam ada beberapa hari tanaman terlihat layu atau stagnan. Namun setelah menggunakan Di Grow, bibit lebih cepat segar kembali dan langsung melanjutkan pertumbuhan. Tingkat kematian bibit juga jauh berkurang.”
Perakaran yang kuat membuat tanaman lebih mampu menyerap air dan unsur hara dari tanah. Dampaknya, pertumbuhan vegetatif menjadi lebih optimal dengan batang yang kokoh dan daun yang lebih hijau.
“Bibit yang sehat sejak awal membuat pekerjaan di lapangan lebih ringan. Tanaman lebih seragam, lebih kuat, dan lebih siap memasuki fase produksi.”
Pengalaman Bapak Deny membuktikan bahwa penggunaan DiGrow pada fase persemaian mampu membantu menghasilkan bibit melon yang:
✓ Tumbuh lebih seragam
✓ Memiliki vigor tinggi
✓ Akar lebih banyak dan kuat
✓ Batang lebih kokoh
✓ Mudah beradaptasi setelah pindah tanam
✓ Mengurangi stres dan kematian bibit
Karena keberhasilan panen melon tidak dimulai saat buah terbentuk, tetapi sejak benih mulai berkecambah. Dengan dukungan nutrisi dan biostimulan dari DiGrow, petani dapat mempersiapkan bibit yang sehat sebagai pondasi menuju hasil panen yang lebih optimal.
“Bibit melon yang kuat hari ini adalah jaminan panen berkualitas di masa depan.”