Panen Melimpah Dimulai dari Nutrisi yang Tepat
Pengalaman Bapak Karsono Meningkatkan Produksi Padi Bersama DI Grow
Lamongan, Jawa Timur – Pengelolaan nutrisi yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tanaman padi. Hal ini terlihat dari pengalaman Bapak Karsono, petani padi di Kabupaten Lamongan, yang membagikan hasil budidayanya setelah menerapkan aplikasi nutrisi DI Grow sesuai fase pertumbuhan tanaman.
Sebelum menggunakan DI Grow, hasil panen padi di lahan seluas satu hektare yang dikelolanya berkisar 5–6 ton gabah per hektare. Setelah menerapkan aplikasi DI Grow secara rutin, produktivitas lahannya meningkat menjadi sekitar 7–8 ton per hektare.
Menurut Bapak Karsono, perubahan pertumbuhan tanaman mulai terlihat sejak fase vegetatif. Tanaman menghasilkan anakan yang lebih banyak dengan pertumbuhan yang lebih seragam. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi tanaman untuk membentuk lebih banyak malai produktif menjelang fase generatif.
“Sejak menggunakan DI Grow, tanaman terlihat lebih subur. Anakannya lebih banyak, batang lebih kokoh, dan pertumbuhannya lebih merata,” ungkap Bapak Karsono saat ditemui di lahan budidayanya.
Memasuki fase generatif, perkembangan tanaman semakin menunjukkan hasil yang menggembirakan. Malai tampak lebih panjang, jumlah bulir meningkat, dan pengisian bulir berlangsung lebih optimal hingga ke pangkal malai. Gabah yang dihasilkan pun terlihat lebih bernas dan memiliki bobot yang lebih baik dibandingkan musim tanam sebelumnya.
Aplikasi yang diterapkan Bapak Karsono dilakukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman. Pada fase vegetatif, DI Grow Hijau diaplikasikan pada umur 15,25 dan 35 Hari Setelah Tanam (HST) dengan dosis 5 ml per liter air. Aplikasi ini bertujuan mendukung pembentukan akar, memperbanyak anakan produktif, memperkuat batang, serta meningkatkan luas dan kehijauan daun agar proses fotosintesis berlangsung optimal.
Selanjutnya, pada fase generatif, DI Grow Merah diaplikasikan pada umur 45, 55 dan 65 HST dengan dosis 7 ml per liter air. Aplikasi ini difokuskan untuk mendukung pembentukan malai, membantu pengisian bulir, serta meningkatkan kualitas dan bobot gabah hingga masa panen.
DI Grow diformulasikan dengan kombinasi unsur hara makro dan mikro yang diperkaya biostimulan, asam amino, asam humat, asam alginat, serta hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin. Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan tanaman sejak fase vegetatif hingga generatif.
Pengalaman Bapak Karsono menjadi salah satu contoh bagaimana penerapan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas padi. Meski demikian, hasil budidaya di setiap lahan dapat berbeda, bergantung pada varietas yang digunakan, kondisi tanah, iklim, pengairan, serta penerapan teknik budidaya lainnya.
Dengan pengelolaan budidaya yang baik dan program nutrisi yang tepat, petani memiliki peluang lebih besar untuk mengoptimalkan potensi hasil panen. DI Grow terus berkomitmen mendampingi petani melalui inovasi nutrisi tanaman dan edukasi budidaya, sehingga setiap musim tanam dapat memberikan hasil yang semakin optimal.