MUSIM KEMARAU DIGROW BANTU TANAMAN TETAP SUBUR DAN PRODUKTIF!

MUSIM KEMARAU MENGANCAM SEMANGKA? DIGROW BANTU TANAMAN TETAP SUBUR DAN PRODUKTIF!

Testimoni Petani Semangka Kuning – Bapak Mat Khosin, Lamongan

Musim kemarau dengan cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi petani semangka. Suhu tinggi dan kondisi lahan yang cenderung kering dapat menghambat pertumbuhan tanaman serta memengaruhi produktivitas dan hasil panen.

Namun, pengalaman Bapak Mat Khosin, petani semangka varietas Kuning dari Lamongan, menunjukkan bahwa perawatan tanaman yang tepat dapat membantu menghadapi tantangan tersebut.

Bapak Mat Khosin mengaplikasikan pupuk organik cair Digrow secara rutin pada tanaman semangkanya. Digrow Hijau digunakan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif, sedangkan Digrow Merah diaplikasikan untuk mendukung fase generatif, termasuk pembungaan dan pembentukan buah.

Berikut jadwal aplikasi Digrow yang diterapkan:

  • Digrow Hijau: Usia 10, 15, 20, dan 25 HST, dosis 50 ml per tangki.
  • Digrow Merah: Usia 30, 35, 40, dan 45 HST, dosis 50 ml per tangki.

Menurut pengalaman Bapak Mat Khosin, tanaman semangka yang dirawat menggunakan Digrow menunjukkan kondisi yang lebih baik dalam menghadapi cuaca panas. Tanaman juga dinilai lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit selama budidaya.

Gambar 1 Tanpa DI Grow Semangka Gagal Panen
Gambar 2. Menggunakan DI Grow Tetap Subur dan Tanan Penyakit

Hasilnya, beliau melaporkan peningkatan hasil panen sekitar 30% dibandingkan panen sebelumnya.

Pengalaman ini menjadi bukti lapangan bahwa perawatan tanaman secara teratur, didukung nutrisi dan biostimulan, dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas semangka di musim kemarau.

Musim kemarau bukan alasan untuk menyerah! Dengan perawatan yang tepat dan aplikasi Digrow sesuai fase pertumbuhan, petani dapat berupaya menjaga tanaman tetap sehat dan produktif hingga panen.