Rahasia Meningkatkan Produktivitas Cabai

Oleh : A Alfi Wibowo/Agronomis 

Produktivitas tanaman cabai (Capsicum annuum L.) sering mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor pembatas, seperti ketidakseimbangan unsur hara, degradasi kesuburan tanah, serta tekanan lingkungan berupa perubahan iklim ekstrem, kekeringan, maupun curah hujan tinggi. Dalam praktik budidaya, penggunaan pupuk kimia konvensional yang berfokus pada unsur makro saja sering kali belum mampu mengoptimalkan potensi hasil secara berkelanjutan, karena tidak diikuti dengan peningkatan efisiensi serapan hara dan aktivitas fisiologis tanaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih terpadu melalui kombinasi nutrisi lengkap dan biostimulan, sebagaimana diformulasikan dalam pupuk DIGROW.

DIGROW mengandung unsur hara makro dan mikro yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman, seperti nitrogen (N) untuk pembentukan daun dan klorofil, fosfor (P) untuk merangsang pembungaan dan perkembangan akar, serta kalium (K) untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan buah. Unsur mikro seperti Zn, Fe, dan Mn turut berperan dalam aktivitas enzimatik dan metabolisme tanaman. Keunggulan utama DIGROW terletak pada kombinasi biostimulan yang terdiri dari asam amino, humic acid, asam alginat, serta zat pengatur tumbuh (ZPT). Asam amino berfungsi sebagai prekursor pembentukan protein dan mempercepat proses metabolisme, humic acid membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga penyerapan hara menjadi lebih efisien, sementara asam alginat berperan dalam meningkatkan kemampuan tanah menahan air serta membantu tanaman bertahan terhadap cekaman lingkungan. ZPT secara langsung merangsang pembentukan bunga dan meningkatkan keberhasilan pembentukan buah (fruit set).

Aplikasi DIGROW secara teratur, baik melalui penyemprotan daun maupun aplikasi ke tanah, menunjukkan peningkatan signifikan pada pertumbuhan vegetatif seperti luas daun, kehijauan daun, dan kekuatan batang, yang berimplikasi pada peningkatan kapasitas fotosintesis. Pada fase generatif, kombinasi nutrisi dan biostimulan mampu mempercepat munculnya bunga, menekan tingkat kerontokan bunga, serta meningkatkan jumlah dan ukuran buah yang lebih seragam. Selain itu, tanaman cabai menjadi lebih tahan terhadap stres lingkungan, sehingga tetap produktif meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Dengan demikian, penggunaan DIGROW tidak hanya meningkatkan hasil panen secara kuantitas, tetapi juga kualitas buah, sekaligus meningkatkan efisiensi pemupukan dan menjaga keberlanjutan kesuburan tanah.

Adapum Aplikasi Pupuk DIGROW pada Cabai :

DIGROW Hijau : usia 15,25,35 HST, Gunakan dosis 5 ml/liter air

DIGROW Merah : usia 42,49,56, seterusnya interval 7 hari, Gunakan dosis 5-7 ml/liter air

Catatan, aplikasi dapat dicampur pestisida

Dengan pengelolaan nutrisi yang tepat, petani dapat memperoleh tanaman cabai yang lebih subur, kuat, dan berpotensi menghasilkan panen yang lebih optimal.