Bp Paidi , Desa Sumberingin, Kec. Buay Pemaca, Kab. OKU Selatan
Di hamparan jagung Desa Sumberingin, sebuah perubahan besar terjadi—bukan sekadar cerita, tapi fakta lapangan yang bisa dilihat dan ditimbang. Salah satu petani yang merasakannya langsung adalah Bp Paidi.
💬 TITIK BALIK DIMULAI
“ Awalnya saya sama seperti petani lain, merasa hasil sudah bagus. Tapi setelah pakai DI.GROW, baru terasa bedanya. Sejak fase awal pertumbuhan, perbedaannya langsung terlihat, akar berkembang lebih kuat, batang lebih kokoh dan daun lebih tebal dan hijau segar “ — Bp Paidi, Sumberingin
“ Dan puncaknya terjadi saat panen, tongkolnya bukan cuma besar, tapi padat. Biji terisi penuh sampai ujung. Waktu ditimbang, bobotnya benar-benar naik, bukan sekadar tampilan.” — Bp Paidi, Sumberingin
Pada kegiatan demplot ini digunakan jagung varietas NK Perkasa. Pada fase vegetatif, digunakan DI.GROW Hijau untuk mendorong perkembangan akar, batang, dan daun agar lebih optimal. Hasilnya, tanaman mampu membangun fondasi pertumbuhan yang kuat sejak awal. Sistem perakaran berkembang lebih baik, penyerapan nutrisi lebih maksimal, dan tanaman tumbuh lebih seragam.
Memasuki fase generatif, aplikasi dilanjutkan dengan DI.GROW Merah. Pada fase inilah kebutuhan tanaman berubah—bukan lagi fokus pada pertumbuhan, tetapi pada pembentukan dan pengisian hasil. DI.GROW Merah berperan dalam mengoptimalkan proses pembungaan, pembuahan, hingga pengisian biji agar berlangsung sempurna.
TANAMAN YANG MENGGUNAKAN DI.GROW
Tanaman yang MENGGUNAKAN DI.GROW mampu menghasilkan tongkol dengan ukuran lebih besar dan lebih proporsional, mencerminkan pertumbuhan yang tidak terhambat. Lebih dari itu, proses pengisian biji berlangsung sangat sempurna—biji terisi penuh dan merata tanpa celah sedikit pun antar baris. Bagian ujung tongkol yang sering kali kosong pada kondisi biasa, kini justru terisi penuh. Ini menjadi indikator bahwa distribusi nutrisi di dalam tanaman berjalan optimal hingga ke bagian paling akhir.
Dari segi kualitas, jagung yang dihasilkan memiliki warna yang lebih cerah dan menarik, serta tekstur biji yang lebih bernas dan padat. Hal ini tidak hanya meningkatkan tampilan visual, tetapi juga berdampak langsung pada bobot hasil saat ditimbang.
TANAMAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN DI.GROW
Pada lahan yang TIDAK MENGGUNAKAN DI.GROW, ukuran tongkol cenderung lebih kecil, pengisian biji tampak tidak merata, ada bagian yang terisi penuh namun banyak juga yang kosong atau setengah jadi. Bahkan terlihat celah atau cekungan di antara baris-baris biji, yang menandakan proses pengisian tidak sempurna.
Dari segi visual, warna biji pun terlihat lebih pucat dan kurang cerah, mencerminkan kualitas yang belum optimal. Biji tampak kurang bernas, sehingga saat ditimbang bobotnya tidak seberat yang diharapkan. Inilah yang sering tidak disadari: tanaman terlihat tumbuh, tetapi hasil akhirnya kehilangan potensi besar yang seharusnya bisa didapatkan. Ini bukan sekadar peningkatan visual, tapi kenaikan hasil yang nyata secara timbangan dan nilai ekonomi.
KESIMPULAN
Secara keseluruhan, hasil demplot ini membuktikan bahwa kombinasi aplikasi DI.GROW mampu mengoptimalkan pertumbuhan dari akar hingga buah serta memaksimalkan pengisian tongkol. Hasilnya bukan hanya lebih banyak, tapi juga lebih padat, lebih berat, dan lebih menguntungkan.