Rahasia DI.GROW – Fucoidan Mengubah Cara Kita Budidaya Ikan

Oleh : Asep Rahmat, SP / Agronomis DI.Grow 

Gb 1. Manfaat Fucoidan Untuk Kesehatan dan Produktifitas Ikan

DI.GROW, biostimulan alami berbasis ekstrak rumput laut (Ascophyllum nodosum), menghadirkan paradigma baru dalam budidaya perikanan modern. Dengan kandungan bioaktif yang kompleks—seperti fucoidan, DI.GROW bekerja sebagai biostimulan yang memberikan manfaat nyata untuk peningkatan ketahanan penyakit, penurunan stres, peningkatan efisiensi pakan, dan dan kualitas pertumbuhan yang lebih baik.

Fucoidan merupakan polisakarida sulfat bioaktif yang memiliki peran fundamental dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas ikan. Dengan kemampuan imunomodulator, antioksidan, serta antiviral dan antibakteri alami, fucoidan menjadi komponen kunci dalam biostimulan modern seperti DI.GROW.

Fucoidan sebagai Imunomodulator Kuat

Fucoidan memiliki peran besar dalam modulasi sistem imun ikan dan udang. Fungsi “imunomodulator” berarti ia membantu meningkatkan respon imun alami tanpa tekanan berlebihan pada tubuh hewan.

Makrofag adalah sel imun garis depan yang berfungsi menelan dan menghancurkan patogen. Fucoidan meningkatkan: jumlah makrofag, mobilitas sel, dan kemampuan fagositosis (phagocytic index). Dengan makrofag yang lebih aktif, tubuh ikan lebih siap menghadapi infeksi bakteri seperti Aeromonas hydrophila, Vibrio harveyi, atau Edwardsiella.

Fagosit mencakup berbagai sel imun yang mampu “memakan” patogen. Fucoidan: meningkatkan ekspresi reseptor pengenalan pola (PRR), memperkuat respon imun non-spesifik, dan mempercepat eliminasi patogen di jaringan usus, insang, dan kulit. 

Gb 2. Fucoidan sebagai Imunomodulator Kuat

Hasilnya → ikan memiliki first-line defense yang lebih cepat dan lebih kuat, terutama pada fase kritis (tebar awal, pergantian air besar, perubahan cuaca). Fucoidan merangsang produksi: Lysozyme – enzim penghancur dinding bakteri, Imunoglobulin (IgM pada ikan) – antibodi utama, Komplemen C3/C4 – protein pertahanan darah, Sitokin imun seperti IL-1β dan TNF-α yang penting untuk aktivasi sistem imun. Dengan demikian, fucoidan membantu membangun sistem imun yang lengkap dan responsif.

Fucoidan sebagai Antioksidan Kuat

Gb 3. Fucoidan sebagai Antioksidan Kuat

Budidaya intensif sering menyebabkan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas lebih tinggi daripada kemampuan tubuh ikan menetralkannya. Ini dapat memicu penyakit, menurunkan nafsu makan, dan memperlambat pertumbuhan. Fucoidan memiliki struktur sulfat dan fukosa yang memberikan sifat antioksidan tinggi.

Fucoidan menyapu radikal bebas seperti: ROS (Reactive Oxygen Species), superoksida, hidrogen peroksida, dan  radikal hidroksil. Ini mencegah kerusakan sel, membran, dan DNA ikan. Fucoidan meningkatkan produksi enzim antioksidan alami ikan: SOD (Superoxide Dismutase), CAT (Catalase), dan GPx (Glutathione Peroxidase). Ketiga enzim ini merupakan benteng utama tubuh melawan stres oksidatif.

Dalam kepadatan tinggi, ikan mengalami: fluktuasi oksigen,  peningkatan CO₂ dan NH₃, penumpukan metabolit, kompetisi ruang, dan stres sosial. Fucoidan membantu menjaga stabilitas fisiologis sehingga ikan: tetap aktif, tetap mau makan, dan tidak mengalami penurunan imun akibat stres kronis.

 

Insang dan hati adalah organ yang paling sensitif terhadap stres oksidatif. Fucoidan melindunginya dengan: menurunkan peroksidasi lipid, mempertahankan integritas membran sel, danmenurunkan pembentukan MDA (biomarker kerusakan sel).

Fucoidan sebagai Antiviral dan Antibakteri Alami

Gb 4. Fucoidan sebagai Antibakteri Alami

Fucoidan memiliki sifat antimikroba spektrum luas, baik terhadap bakteri maupun virus. Fucoidan dapat menghambat bakteri seperti: Vibrio harveyi, Vibrio parahaemolyticus, Aeromonas hydrophila, dan Streptococcus agalactiae , Dengan cara: mengganggu adhesi bakteri ke jaringan inang, merusak biofilm bakteri, menghambat enzim bakteri, dan meningkatkan respon fagosit. Fucoidan memperkuat lapisan lendir (mucus) yang merupakan garis pertahanan pertama ikan terhadap bakteri. Lapisan lendir yang lebih tebal = risiko infeksi lebih rendah.

Fucoidan terbukti secara ilmiah mampu menghambat virus melalui tiga jalur: Fucoidan mengganggu interaksi virus dengan reseptor sel target. Tanpa proses adhesi, virus tidak bisa memasuki sel. Fucoidan menekan: ekspresi protein virus, sintesis RNA virus, dan penggandaan virion baru. Fucoidan mendorong produksi interferon-like molecules, yaitu molekul imun yang menekan perkembangan virus. Ini sangat penting untuk perlindungan terhadap virus perikanan seperti: IMNV (udang), WSSV (white spot), dan iridovirus pada ikan mas dan nila.

Gb 5. Fucoidan sebagai Antiviral