PANEN KENTANG, UNTUNG MENINGKAT 28 JUTA PER HEKTAR

Rapiuddin SE, Ds. Pattapang, Tinggimoncong, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan

Pak H. Rapiuddin, SE  adalah salah seorang petani kentang yang berlokasi di Desa Pattapang, Kec. Tinggimoncong, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan , yang telah banyak memperoleh manfaat dari pemakaian pupuk DI.Grow untuk tanaman kentang miliknya.

Dengan MEMAKAI PUPUK DI.GROW , daun menjadi lebih tebal sehingga pada masa pertumbuhan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, ukuran umbi menjadi lebih besar dan bobot umbi lebih berat. Sedangkan yang TIDAK MEMAKAI PUPUK DI.GROW  ukuran umbi kecil-kecil dan daun tipis-tipis sehingga lebih mudah terserang hama dan penyakit.

Disamping itu yang MEMAKAI PUPUK DI.GROW jumlah umbi lebih banyak, kualitas umbi lebih bagus dan tahan lama jika dibandingkan dengan kentang yang TIDAK MEMAKAI PUPUK DI.GROW

Aplikasi Pupuk DI.Grow  Hijau dilakukan pada pada umur 21 HST, Sedangkan aplikasi Pupuk DI.Grow Merah dilakukan pada umur 45-50 HST.

HASIL PANEN PADA PETAK UBINAN YANG BERUKURAN 2,5 M X 2,5 M ( 6,25 M2 ) : PAKAI PUPUK DI.GROW  hasil panennya 21 Kg / 6,25 M2  atau  36.600 Kg/Hektar.  TIDAK PAKAI PUPUK DI.GROW   hasil panennya 14,5 Kg/6,25 M2  atau  23.200 Kg/Hektar.  SELISIH PENINGKATAN HASIL  6,5 Kg /6,25 M2  atau  10.400 Kg/Hektar atau 45 %.

Kalau Harga Kentang Rp 3.000/Kg  maka : PENINGKATAN KEUNTUNGAN :  10.400 Kg x Rp 3.000 = Rp 31.200.000

Sementara Pengeluaran Untuk Pembelian Pupuk DI.Grow untuk 1 Hektar Hanya  Rp. 2.587.500  MASIH TERDAPAT SELISIH KEUNTUNGAN  RP  28.612.500