Oleh : A Alfi Wibowo, SP/Agronomis
Tanaman cabai (Capsicum annuum) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia. Salah satu kendala utama dalam budidayanya adalah serangan keriting daun, yang umumnya dipicu oleh infeksi virus serta diperparah oleh serangan vektor seperti Bemisia tabaci.
Keriting daun menyebabkan gangguan fotosintesis, pertumbuhan terhambat, serta penurunan pembentukan bunga dan buah. Selain pengendalian hama vektor, pendekatan pemulihan fisiologis tanaman melalui pemberian nutrisi lengkap dan biostimulan alami menjadi strategi penting untuk mempercepat recovery tanaman.
Pupuk organik cair DIGROW yang berbahan baku ekstrak rumput laut mengandung unsur makro, mikro, asam amino, asam humat, asam fulvat, Zat Perangsang Tumbuh sebagai biostimulan alami. Kombinasiini mampu mempercepat regenerasi jaringan dan meningkatkan daya tahan tanaman.
Kombinasi unsur hara makro (N, P, K) dan mikro mendukung pembentukan klorofil serta aktivitas enzimatik. Kandungan asam amino mempercepat sintesis protein, sementara biostimulan alami (auksin dan sitokinin) yang merangsang pertumbuhan tunas baru.
- Aplikasi Digrow Untuk Pemulihan
- Aplikasi rutin Digrow setiap 7 hari selama fase pemulihan. Dosis 5-7 ml/liter air.
- Dikombinasikan dengan pengendalian hama vektor menggunakan pestisida.
- Dapat digunakan sebagai program preventif untuk meningkatkan daya tahan tanaman sejak fase vegetatif awal.
Selain itu Tanaman cabai yang diaplikasi Digrow batang lebih kokoh dan tidak mudah layu saat suhu tinggi. Hal ini karena peran asam humat dan fulvat dalam meningkatkan serapan unsur hara serta memperbaiki struktur tanah.
Dampak Nyata aplikasi Digrow, Pemulihan lebih cepat berdampak pada percepatan pembungaan dan potensi peningkatan hasil panen.