Bapak Ade, Kp. Pajagalan No 42, RT 03 RW 04 Desa Soreang – Bandung, Jawa Barat
Bagi pemula, bahkan bagi yang sudah lama bergelut di bisnis jamur tiram juga terkadang masih menghadapi berbagai kendala diantaranya bobot total panen yang rendah, ukuran jamur pada saat panen yang tidak seragam dan jumlah panen yang tidak stabil. Demikian pula dengan Bapak Ade, seorang petani jamur tiram yang berlokasi di Kp. Pajagalan No 42, RT 03 RW 04 Desa Soreang – Bandung , Jawa Barat mengalami hal serupa, namun setelah memakai pupuk DI.Grow sejak tahun 2012 berbagai kendala tersebut berhasil diatasi.
Lalu Bagaimana pengalaman Bapak Ade setelah memakai Pupuk DI.Grow lebih dari 8 tahun..?? Berikut ini kesaksiannya:
“ …. Saya Mengenal Pupuk DI Grow pada awalnya dari internet kemudian bertemu dengan Pak Dadang (Dealer Bandung) .. Sudah lebih dari 8 tahun saya pakai untuk tanaman jamur … hasilnya sangat memuaskan.., selain meningkatkan bobot panen, kualitas jamur yang dihasilkan juga menjadi lebih baik dan tidak mudah layu … penen menjadi lebih cepat sehingga turnover (perputaran) periode tanamnya menjadi lebih cepat… ”
Bobot Total Panen Meningkat
Sebelum Memakai Pupuk DI.Grow, dari setiap baglog (2 Kg) biasanya dihasilkan 600 gram jamur tiram dari 5-6 kali panen, namun setelah memakai Pupuk DI.Grow dari setiap baglog akan dihasilkan 800 gram jamur tiram dari 4 kali panen. Jika dihitung perbandingan berat panen terhadap berat log, maka hasil panen jamur tiram dengan aplikasi pupuk DI.Grow meningkat dari 600 gram : 2000 gram = 30 % menjadi 800 gram : 2000 gram = 40 %.
Interval Panen Menjadi Lebih Cepat
Sebelum memakai Pupuk DI.Grow, dari setiap baglog yang sama akan kembali panen setelah 10-14 hari, namum setelah memakai Pupuk DI.Grow dari setiap baglog yang sama akan kembali panen setelah 7 hari. Dengan demikian turnover(perputaran) baglog lama dengan baglog yang baru akan semakin cepat..dan tentu saja penggunaan tempat/rak akan semakin efisien.
Bobot Panen Per Baglog Seragam
Sebelum memakai pupuk DI.Grow, biasanya panen 5-6 kali dengan bobot panen per baglog tidak seragam antara 150 gram – 50 gram, akan tetapi setelah memakai Pupuk DI.Grow panen hanya 4 kali saja dengan bobot panen per baglog berkisar antara 250 gram-150 gram yaitu panen ke 1(250 gram),panen ke 2(250 gram), panen ke 3 (150 gram) dan panen ke 4 (150 gram).
Kestabilan Panen
Sebelum memakai Pupuk DI.Grow, setiap harinya jumlah baglog yang panen dalam kumbung berfluktuasi antara 3% hingga 10 % dari jumlah baglog yang ada akan tetapi setelah memakai Pupuk DI.Grow , jumlah baglog yang dipanen relatif stabil berkisar antara 8% – 12 % dari jumlah baglog yang ada.
Aplikasi Pupuk DI.Grow Hijau
Dimasukkan ke dalam Media Baglog
Komposisi Media Baglog , 500 Baglog @ 2 Kg
- Serbuk Gergaji 25 Karung
- Dedak 55 Kg
- Tepung Jagung 10 Kg
- Kapur 8 Kg
- Pupuk DI.Grow Hijau 100 ml
- Air Secukupnya
- Plastik Ukuran 23 cm x 35 cm x 0.3 mm
Pupuk DI.GROW Hijau disemprotkan langsung ke tanaman jamur dengan dosis 3 ml/liter air , 2 kali dalam seminggu
Kesimpulan
Bobot Total Panen meningkat 10 % , Jika dihitung rasio/perbandingan berat panen terhadap berat log, maka hasil panen jamur tiram dengan aplikasi pupuk DI.Grow meningkat dari 30 % menjadi 40 % dari berat Baglog
Dengan pemakaian DI.Grow Hijau, periode panen menjadi lebih cepat, bobot panen menjadi seragam dan jumlah baglog yang dipanen relatif stabil berkisar antara 8% – 12 % dari jumlah baglog yang ada.