Di dataran tinggi sejuk Pangalengan, di tengah hamparan kebun sayuran yang hijau dan tertata rapi, ada satu kisah yang bukan sekadar cerita… tapi bukti nyata dari konsistensi dan kepercayaan. Namanya Bpk H. Komaludin. Seorang petani sayuran yang sudah puluhan tahun menggarap lahan di Kampung Los Cimaung, Desa Margamukti, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung.
Dengan total lahan kurang lebih 11 hektar, beliau menanam berbagai komoditas—mulai dari kentang, kubis, pecai, seledri, wortel, hingga cabai keriting dan cabai rawit. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah berubah selama lebih dari satu dekade: kepercayaannya pada pupuk DI.Grow.
Awal Mula yang Tidak Disangka
Semua berawal sekitar 11 tahun lalu. Dari sebuah tayangan di TVRI Bandung, awal mula Bpk H. Komaludin mengenal pupuk DI.Grow. Saat itu mungkin hanya sekadar mencoba… seperti kebanyakan petani lainnya yang penasaran dengan produk baru. Tapi siapa sangka, keputusan kecil itu justru menjadi titik balik besar dalam perjalanan pertaniannya. Sejak saat itu, beliau tidak pernah berhenti menggunakan DI.Grow.
Dari 15 Ton… Jadi 25 Ton, Bahkan 35 Ton!
Dulu, sebelum menggunakan DI.Grow, hasil panen kentang varietas Granola miliknya berada di angka sekitar 15 ton per hektar. Angka yang sebenarnya masih cukup umum di lapangan. Namun setelah rutin menggunakan DI.Grow, hasilnya mulai berubah drastis, naik menjadi 20–25 ton per hektar, bahkan saat kondisi cuaca mendukung, bisa tembus hingga 35 ton per hektar.
Bukan kenaikan kecil. Ini lonjakan hasil yang benar-benar terasa di kantong petani. Dan yang paling penting… Ini bukan sekali dua kali. Tapi terjadi berulang, setiap musim tanam.
Hasil Tidak Pernah Bohong
Di dunia pertanian, banyak janji bertebaran. Tapi yang benar-benar bertahan… hanya yang terbukti di lapangan. Kisah Bapak Haji Komaludin adalah salah satunya.
👉 Dari 15 ton ke 25 ton
👉 Bahkan bisa sampai 35 ton
👉 Konsisten selama 11 tahun
Ini bukan teori. Ini pengalaman nyata. Dan satu kalimat yang paling mewakili semuanya: “11 Tahun Pakai DI.Grow, Hasil Panen Nggak Pernah Bohong!”