Salah satu penentu utama hasil panen padi tinggi bukan hanya jumlah anakan atau panjang malai, tetapi maksimal tidaknya pengisian bulir padi. Banyak petani kecewa karena malai terlihat panjang, namun saat panen bulir hampa cukup banyak. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh nutrisi yang tidak seimbang dan stres tanaman pada fase generatif.
Agar bulir padi terisi penuh, berat, dan bernas, berikut trik jitu yang terbukti efektif di lapangan.
- Pahami Fase Kritis Pengisian Bulir
Pengisian bulir terjadi mulai dari:
- Bunting (pembentukan malai)
- Keluar malai
- Pembungaan hingga pengisian biji
Pada fase ini, tanaman membutuhkan energi besar, terutama kalium (K), fosfor (P), unsur mikro, serta asam amino dan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) untuk mendukung translokasi hasil fotosintesis ke bulir.
Tanpa nutrisi lengkap, hasil fotosintesis tidak maksimal berpindah ke bulir sehingga banyak gabah kosong.
- Pastikan Fotosintesis Optimal
Bulir padi akan terisi penuh jika daun tetap:
- Hijau sehat
- Tidak cepat menguning
- Bebas stres
Di sinilah peran biostimulan alami sangat penting. Pupuk organik DIGROW mengandung:
- Asam amino → memperkuat metabolisme tanaman
- Asam humat & alginat → meningkatkan penyerapan nutrisi
- ZPT alami → menjaga aktivitas fotosintesis tetap tinggi
Hasilnya, energi hasil fotosintesis mengalir maksimal ke bulir padi.
- Seimbangkan Unsur Makro dan Mikro
Kesalahan umum adalah fokus pada nitrogen saja. Padahal pada fase pengisian bulir, tanaman justru sangat membutuhkan:
- Kalium (K) → pengisian biji dan bobot gabah
- Fosfor (P) → pembentukan dan pematangan biji
- Unsur mikro (Zn, B, Fe, Mn) → mencegah bulir hampa
DIGROW berperan sebagai nutrisi lengkap yang membantu menyeimbangkan unsur makro–mikro sehingga pengisian bulir berjalan sempurna.
- Kurangi Stres Tanaman Menjelang Panen
Stres akibat:
- Perubahan cuaca ekstrem
- Kekeringan atau kelebihan air
- Serangan Hama penyakit
bisa menyebabkan bulir gagal terisi. Kandungan biostimulan rumput laut dalam DIGROW membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres, sehingga proses pengisian bulir tidak terganggu.
- Waktu Aplikasi Pupuk Digrow
Untuk hasil maksimal:
- Aplikasikan DIGROW MERAH sesuai SOP
- Aplikasi dilakukan diusia 45,55 dan 65 HST (Hari Setelah Tanam)
- Pastikan Tanaman bebas serangan hama/penyakit di fase generatif, dengan mengaplikasikan pupuk digrow dapat dicampur dengan pestisida
Dengan memanfaatkan pupuk organik DIGROW sebagai nutrisi plus biostimulan alami, petani dapat memaksimalkan pengisian bulir padi, mengurangi gabah hampa, dan meningkatkan bobot serta kualitas hasil panen.