Jenis-Jenis Jeruk Yang Dibudidayakan Di Indonesia
- Jeruk Keprok (Citrus reticulata)
- Jeruk Siam (Citrus microcarpa dan C. sinensis) : ( a) Siam Pontianak ,( b) Siam Garut , ( c.) Siam Lumajang
- Jeruk Manis (Citrus aurantum)
- Jeruk Sitrun/Lemon (Citrus medica)
- Jeruk Besar/Pamelo (Citrus Maxima) : (a.) Jeruk Bali , (b) Jeruk Nambangan – Madiun.
- Jeruk Bumbu Masak : Jeruk nipis, purut, dan jeruk sambal
Perbedaan Jeruk Pamelo, Jeruk Manis, Jeruk Keprok Dan Jeruk Siam


Permasalahan Agribisnis Jeruk
Agribisnis jeruk sering dihadapkan pada permasalahan yang lazim dirasakan oleh petani. Masalah tersebut antara lain:
- Masa produksi yang lama
- Masa panen bersamaan yang mengakibatkan jatuhnya harga yang kurang menguntungkan bagi petani serta kualitas buah yang kurang bagus.

Solusi Permasalahan Agribisnis Jeruk
Salah satu teknologi baru yang dihasilkan yaitu: Teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun yang dikenal dengan Bujangseta diharapkan mampu mengatasi permasalahan petani
Inovasi ini mampu mengatasi permasalahan petani akan pembuahan jeruk yang hanya terjadi sekali panen raya yang berkisar di bulan Juni, Juli, Agustus. Ke depan diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
Konsep dari bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off season) dan menghasilkan buah bermutu premium seragam, citarasa sesuai pasar, kulit buah mulus dengan harga memadai
Aplikasi Teknologi Bujangseta
Prunning atau Pemangkasan
Tujuan dari pemangkasan adalah memacu pertumbuhan tanaman dimana tanaman akan tumbuh lebih sehat karena akan memacu pertunasan vegetatif dan generatif lebih seimbang, serta kelembaban dalam tajuk dapat dikurangi dan secara otomatis penyakit akan lebih mudah dikendalikan
Pengaturan tajuk atau kanopi dengan cara pemangkasan: cabang atau ranting yang sakit, cabang atau ranting yang tumbuh berseberang kedalam tajuk, cabang atau ranting yang tumbuh dominan, ranting bekas tangkai buah
Pemangkasan Bagian Atas Tanaman : khususnya cabang yang tumbuh dominan


Pemangkasan Bagian Samping Tanaman : Cabang yang saling bertemu antar tanaman dan bekas tangkai buah. Jarak antar tajuk tanaman 50 cm


Pemangkasan Bagian Dalam Tanaman : Cabang yang mati, tunas balik, tunas air


Pemangkasan Bagian Bawah Tanaman : Ketinggian cabang terluar dari tanah 50 cm


Nutrisi atau Pemupukan

- Pemberian pupuk kandang sebanyak 40 kg/thn pada tanaman jeruk umur diatas 4.5 tahun sehingga tekstur dan struktur tanah lebih baik
- Kombinasi pemberian pupuk NPK padat dan pupuk NPK cair atau kocor secara bergantian dengan interval 2 bulan.
Langkah pertama :

Melakukan aplikasi pupuk NPK padat yang ditanam melingkar dan ditimbun dibawah tajuk bagian terluar tanaman dengan dosis 500 gr dengan interval perlakuan 4 bln sekali
Langkah kedua :


Melakukan aplikasi pupuk NPK cair atau kocor:
3 kg NPK+1 kg Kieserit+1 Calsinit/KNO3+ 1 ltr D.I Grow+200 ltr
Dikocorkan merata pada tanaman. Diberikan pada waktu 2 bulan setelah aplikasi pupuk padat, dan aplikasi pengecoran 4 bulan sekali.
Dosis : ˂ 5 thn : 2 liter campuran/pohon ≥ 5 thn : 4 liter campuran/pohon
Penyemprotan Pupuk DI. Grow


D.I. Grow Merah 2 x aplikasi, D.I. Grow Hijau 1 x aplikasi – Interval aplikasi 2-3 minggu sekali – Konsentrasi : 3 – 5 cc/ltr air
3. Pola Pengendalian Hama Dan Penyakit


Upaya untuk mengendalikan penyakit dititik beratkan pada penyakit burik kusam, embun jelaga dengan mengendalikan hama penyebabnya diantaranya Aphis, Trip, kutu dompolan dan kutuk sisik dengan model pengendalian perpaduan antara monitoring dan interval pengendalian secara berkala