TANAMAN MERANA DI TANAH ASAM DAN SOLUSINYA

Ir. Suhendro Atmaja (Agro Business Development Manager) 

Bayangkan sebuah kebun yang seharusnya menjadi surga hijau, namun, tanaman di sana tampak layu, daunnya menguning, dan pertumbuhannya terhambat. Apa yang sebenarnya terjadi? Jawabannya mungkin lebih dekat dari yang Anda kira: kondisi tanah yang terlalu asam.

Tanah asam adalah masalah yang sering dihadapi para petani dan pencinta tanaman. Kondisi ini membuat banyak nutrisi penting sulit diserap oleh akar tanaman. Mengapa? Karena keasaman tanah menyebabkan unsur-unsur seperti aluminium menjadi lebih aktif dan justru meracuni tanaman. Selain itu, beberapa nutrisi penting seperti fosfor juga menjadi tidak tersedia.

Akibatnya:

  1. Pertumbuhan terhambat: Tanaman kesulitan menyerap air dan nutrisi.
  2. Klorosis: Daun menguning karena kekurangan klorofil.
  3. Akar rusak: Akar tanaman menjadi pendek dan rapuh.
  4. Kerentanan terhadap penyakit: Tanaman yang lemah lebih mudah diserang hama dan penyakit.

Untungnya, masalah tanah asam dapat diatasi. Berikut beberapa solusi yang bisa Anda coba:

– Uji pH tanah: Langkah pertama adalah mengetahui tingkat keasaman tanah Anda. Anda bisa menggunakan alat uji pH tanah yang mudah ditemukan di toko pertanian.

– Pemberian kapur: Kapur pertanian dapat menetralkan keasaman tanah. Jenis kapur yang tepat akan tergantung pada jenis tanah dan tingkat keasamannya.

– Pemilihan tanaman yang sesuai: Beberapa tanaman lebih toleran terhadap tanah asam. Lakukan riset untuk mengetahui tanaman apa yang cocok ditanam di tanah Anda.

– Pemberian pupuk organik: Pupuk organik seperti kompos dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan nutrisi.

– Rotasi tanaman: Mengganti jenis tanaman yang ditanam secara berkala dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi di dalam tanah.

Semoga bermanfaat.