PENTINGNYA TANAMAN JAGUNG
Jagung merupakan komoditi unggulan tanaman pangan kedua setelah Padi, dan merupakan tanaman pangan penghasil minyak nabati tertinggi kedua setelah Kelapa Sawit. Pemerintah telah mewujudkan swasembada jagung pada tahun 2020 dengan target produksi 13,54 juta ton (Biro Perencanaan Deptan).
Peningkatan produksi adakalanya tidak tercapai karena berbagai kendala antara lain: Sosial Ekonomi seperti mahalnya sarana produksi, infrastruktur, rendahnya harga jual dll. Rendahnya adopsi teknologi, Rendahnya Kesuburan tanah (89% tanaman jagung ditanam dilahan kering dengan kesuburan tanah yang rendah), Kendala Abiotik ( disebabkan rendahnya ketersediaan hara ditanah) dan Biotik meliputi ganguan organisme penggangu tanaman (OPT) seperti : Penyakit, Hama dan Gulma.
PROSENTASE PENGARUH HAMA, PENYAKIT, GULMA DAN LAIN-LAIN TERHADAP HASIL

DALAM MEMPERTIMBANGKAN PANYAKIT JAGUNG
Mengetahui penyakit yang muncul : Patogen Penyebab & Gejala. Waktu Pengamatan Penyakit : Kapan saat yang tepat dalam mengumpulkan data dimana serangan penyakit tersebut mencapai maksimum sehingga dapat mempengaruhi hasil panen. Tahu Cara Pengambilan Sample : Areal yang mewakili (secara acak). Mengetahui Topografi Area : Datar, agak miring atau miring. Mengetahui sejarah lahan : Tanaman sebelumnya. Mengetahui Petani/Lokasi : Nama petani, Alamat Petani.
PENYAKIT PENTING TANAMAN JAGUNG
PENYAKIT YANG DISEBABKAN FUNGI : Bulai, dengan Patogen Peronoscleospora sp. Hawar Daun, dengan Patogen Helminthosporium turcicum. Karat Daun, dengan Patogen Puccinia polysora. Busuk Tongkol Fusarium, dengan Patogen Fusarium moniliforme. Busuk Tongkol Diplodia, dengan Patogen Diplodia macrospora. Busuk Batang Pythium, dengan Patogen Pythium sp. Bercak Coklat, dengan Patogen Physoderma maydis. Busuk Pelepah, dengan Patogen Rhizoctonia solani. Bercak Daun (GLS), dengan Patogen Cercospora zeae-maydis.
PENYAKIT YANG DISEBABKAN BAKTERI : Busuk Batang Bakteri, dengan Patogen Erwinia crysanthemi. PENYAKIT YANG DISEBABKAN VIRUS : Mosaik Kerdil Jagung, dengan Patogen Virus maize dwarf mozaic. Virus Bergaris, dengan Patogen Virus maize stripe. PENYAKIT YANG DISEBABKAN NEMATODA
PENYAKIT YANG DISEBABKAN FUNGI
PENYAKIT BULAI ( peronosclospora maydis )

PATHOGEN: Peronosclerospora philippinensis (Fungus). GEJALA : Klorosis berbentuk strip dari dasar daun Berlanjut menjadi seluruh daun Pada permukaan bawah daun, dapat ditemukan spora berwarna putih. PENGENDALIAN: Menanam hibrida yang tahan. Memberi perlakuan benih dengan metalaxil atau dimetomorph (0,5 – 1 gram/kg benih). Menanam lebih dini untuk menghindari sumber penyakit yang lebih banyak. Mencabut tanaman yang terserang di sekitar areal pertanaman sebelum menanam.
HAWAR DAUN (H. turcicum leaf Blight)

PATHOGEN : Helminthosporium maydis (Fungus). GEJALA : Bercak berwarna coklat muda yang membesar mengakibatkan jaringan mati. Serangan dimulai dari saat perkecambahan sampai dewasa. Hibrida yang rentan yang diserang saat umur muda akan mengakibatkan tanaman baren (tidak keluar tongkol) ataupun kematian prematur. PENGENDALIAN : Menanam hibrida yang tahan. Aplikasi Difekonazole dan Azoksistrobin umur 30 dan 40 DAP. Perlakuan benih dengan Thiram dan Captan, dan fungisida yang disarankan lainnya.


KARAT DAUN ( puccinia polysora )

PATHOGEN: Puccinia polysora (Fungus). GEJALA : Bintil kecil bulat seperti karat pada permukaan daun (bagian atas, tengah dan bawah). Kemudian bintil tersebut pecah dan mampu melepaskan banyak spora. PENGENDALIAN : Menanam hibrida yang tahan. Aplikasi difekonazole, Zineb, maneb, thiram, tebukonazole dan fungisida yang direkomendasikan lainnya.

BUSUK TONGKOL ( fusarium moniliforme )

PATHOGEN: Fusarium sp. (Fungus). GEJALA : Jamur berwarna merah keputihan sampai seperti lembayung tampak pada biji. Biji yang terinfeksi bisa tampak seperti “percikan kembang api”. Jamur yang berkembang dapat mengakibatkan epidermis biji pecah. Apabila serangan sudah tinggi, seluruh bagian tongkol tampak keputihan dengan jamur diatas dan diantara biji. PENGENDALIAN : Menanam hibrida yang tahan. Penyimpanan benih yang baik setelah panen dapat menghindari akumulasi mycotoxin fumunisin. Kelembaban dan pemupukan yang berimbang Balanced moisture, serta pengendalian hama yang menyerang biji. Aplikasi difekonazole, Zineb, maneb, thiram, tebukonazole


BUSUK TONGKOL DIPLODIA

PATHOGEN: Diplodia sp. (Fungus). GEJALA : Pada tongkol yang terserang oleh penyakit ini tampak terdapat miselium jamur Biji akan rapuh dan ringan menempel pada janggel yang membusuk Jamur putih yang padat tampak diantara biji. PENGENDALIAN : Menanam hirbida yang tahan. Perlakuan benih dengan Thiram or Captan. Penyemprotan fungisida yang disarankan lainnya pada umur vegetatif sampai pembungaan setiap 10 – 15 hari. Aplikasi difekonazole, Zineb, maneb, thiram, tebukonazole



BUSUK BATANG PYTHIUM

PATHOGEN: Pythium arhenomanes (Fungus). GEJALA : Pada batang, areal yang terseang tampak basah kecoklatan, lunak dan kempis. Areal yang membusuk terbatas sampai internode (batas buku) tepat di atas permukaan tanah. Pada akar, serangan terjadi pada akar-akar yang kecil, luka berwarna coklat muda sampai tua. Batang dapat mengeriting (berputar) dan berubah. Tanaman yang rusak akan tetap hijau sampai beberapa minggu karena jaringan pembuluh tetap utuh. Penyakit ini biasa terlihat sebelum dan sesudah tanaman mengeluarkan malai.
PENGENDALIAN : Menanam hibrida yang tahan Drainase yang baik dan peningkatan kondisi tanah dengan pengolahan yang baik serta pemupukan berimbang. Perlakuan benih dengan Thiram atau Captan.
BERCAK COKLAT

PATHOGEN: Physoderma maydis (Fungus). GEJALA : Bercak-bercak klorosis kecil pada batang daun yang berselang dengan jaringan yang sehat. Bercak berbentuk lonjong berwarna coklat tua yang membesar. Pada buku dan antar buku terlihat juga. Pada serangan yang lebih parah, dapat mengakibatkan pembusukan dan kerebahan. PENGENDALIAN : Menanam hibrida yang tahan. Semprot azosksistrobin, difekonazole pada umur 10 HST dan dilanjutkan setiap 10 hari sebanyak 2-3 kali.
BUSUK PELEPAH RHIZOCTANIA

PATHOGEN : Rhizoctonia solani (FUNGUS). GEJALA : Bentuk bercak yang tidak beraturan (seperti peta) pada pelepah, daun dan kelobot. Bercak berwarna kelabu dengan sisi berwarna coklat. Terdapat bintil (schlerotia) pada bagian tanaman yang sudah mati.
PENGENDALIAN: Menanam Hibrida yang tahan. Meranggas daun-daun sampai satu helai di atas daun yang terserang, untuk menghindari penularan yang lebih jauh ke bagian atas tanaman. Bila serangan cukup parah, aplikasi faraquat pada daun dan pelepah yang telah terserang mulai dari permukaan tanah untuk membakar daun sehingga tidak menular kedaun yang lebih atas.
BERCAK DAUN GREY LEAF SPOT (GLS)

PENYEBAB : Cercospora zeae-maydis (Fungus). GEJALA GLS : Adanya bercak garis memanjang pada daun. Bercak dapat diterawang dan berwarna kuning. Serangan lanjut bentuk bercak persegi panjang. Serangan berat, tanaman mengering dan mati. PENGENDALIAN : Menanam jagung hibrida yang tahan/toleran. Pengaturan jarak tanam, mengurangi kelembaban. Pergiliran tanaman/varietas. Penyemprotan fungisida azosksistrobin, difekonazole dan lainnya yang direkomendasikan.
PENYAKIT YANG DISEBABKAN BAKTERI
BUSUK BATANG BAKTERI

PATHOGEN: Erwinia crysanthemi (Bacteria). GEJALA : Pembusukan dari bagian bawah menuju ke atas tanaman. Batang yang terserang lunak, berair dan berbau busuk. Daun layu Apabila bagian dasar pucuk terserang, maka akan mudah dilepas (ditarik). Dapat juga menyerang tongkol.
PENGENDALIAN : Mananam hibrida yang tahan. Pemupukan yang berimbang. Terlalu banyak Urea dan terlalu sedikit KCl akan meningkatkan kerentanan tanaman. Menjaga drainase lahan dengan baik. Menghindari luka pada perakaran selama pemeliharaan tanaman dan penyiangan.
PENYAKIT YANG DISEBABKAN VIRUS
VIRUS MOSAIK KERDIL JAGUNG

GEJALA (maize dwarf mozaic virus) : Daun Belang, membentuk garis memanjang sejajar Tanaman Kerdil, anakan banyak, dan tongkol kecil. PENYEBAB : Rhapalosiphum maidis
VIRUS BERGARIS

GEJALA (maize stripe virus) : Daun klorosis, sempit, pemendekan buku batang, Tongkol sedikit biji, bahkan tidak berbiji. PENYEBAB : Virus maize stripe, dengan Vektor Serangga Cicadulina sp. PENGENDALIAN : Cabut dan bakar tanaman terserang. Lakukan Penyiangan Dua kali. Berantas Vektor Serangga dengan tiametoksam, lamda sihalotrin, dimetoat.
PENYAKIT KARENA NEMATODA

GEJALA (Root-knot and Lesion Nematodes) : Tanaman Kerdil dan lemah. Daun mengalami klorosis. Akar rusak, cokelat, terdapat Puru (Meloidogyne sp.). Bercak akar (Pratylenchus sp.) PENGENDALIAN : Perbaikan drainase, dikeringkan/bera beberapa waktu, Pemberian dolomit , memperbaiki pH tanah. Pergiliran tanaman/varietas
HAMA PENTING JAGUNG
PANDUAN IDENTIFIKASI HAMA

HAMA PENTING TANAMAN JAGUNG
Perusak Bibit : Lalat Bibit (Antherigona sp.), Ulat Tanah (Agrotis ipsilon). Perusak Daun : Ulat Grayak (Spodoptera litura), Belalang (Locusta migratoria), Wereng Jagung (Dalbulus sp. Dan Rhopalosiphum sp.), Aphid (Cicadulina sp.). Perusak Batang : Penggerek Tongkol (Ostrinia furnacalis). Perusak Tongkol : Penggerek Batang Merah Jambu (Sesamia inferens). Hama Gudang : Hama Gudang (Sitophilus sp.)
LALAT BIBIT (Antherigona exiqua)

CIRI DAN GEJALA SERANGAN : Telur, berwarna putih, di permukaan bawah daun. Ulat, berwarna putih krem, panjang 2 mm. Kepompong , bentuk tong, coklat, di dalam tanah. Serangga, panjang 0,3 mm, warna hitam kelabu. Menyerang titik tumbuh, pangkal daun & batang. Titik tumbuh layu, mudah dicabut & membusuk. PENGENDALIAN : Pergiliran tanaman/varietas. Penanaman secara serentak. Mulsa jerami/gulma utk menghambat peletakan telur. Insektisida butiran carbofuran, Penyemprotan insektisida lamda sihalotrin, tiametoksam.
ULAT TANAH (Agrotis ipsilon)

CIRI DAN GEJALA SERANGAN : Telur, putih, diletakkan berderet pd permukaan daun. Ulat, putih kelabu, aktif pada malam hari. Kepompong, coklat, disimpan dalam tanah. Serangga , aktif pada senja/malam, berwarna kelabu. Tanaman terkulai, layu, pangkal batang terpotong Pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. PENGENDALIAN : Penggenangan lahan sebelum tanam. Penanaman serentak. Pergiliran tanaman/varietas. Insektisida butiran , Carbofuran. Penyemprotan insektisida, klorforifos, deltametrin

PENGGEREK TONGKOL (Heliothis armigera)

CIRI HAMA DAN GEJALA SERANGAN : Telur, disimpan di rambut, pucuk, bunga jantan. Ulat, silindris, panjang 3 cm, kanibal, warna coklat. Kepompong, di dalam tanah. Serangga dewasa, putih kekuning-kuningan, Ujung tongkol & biji rusak, berlubang, kotor, Serangan berat : tongkol busuk & berjamur. PENGENDALIAN : Menanam jagung hibrida dg kelobot rapat. Pergiliran tanaman/varietas. Penyemprotan insektisida, profenofos, klorforifos, deltametrin
ULAT GRAYAK (Spodoptera litura)

CIRI DAN GEJALA SERANGAN : Daun tinggal tulang daun, Tanaman muda dapat musnah karena batangnya terpotong-potong. Semua bagian tanaman dimakan. Menyerang di malam hari. PENGENDALIAN : Lakukan penanaman serentak. Lakukan Pengolahan tanah dengan baik. Bakar sisa tanaman dan gulma sebelum pengolahan lahan. Semprot dengan Insektisida lamda sihalotrin, profenofos.
PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis)

CIRI HAMA DAN GEJALA SERANGAN : Telur, disimpan di bawah permukaan daun. Ulat, berwarna keunguan ,putih krem. Kepompong, lonjong, berwarna coklat. Serangga, berwarna coklat, aktif pd senja/malam hari. Ulat muda memakan epidermis daun. Merusak daun, batang, tongkol dengan lubang gerekan. PENGENDALIAN : Penanaman secara serentak. Pemupukan berimbang. Pergiliran tanaman/varietas. Penyemprotan insektisida , profenofos, deltametrin,lamda sihalotrin, Emamectin benzoat
PENGGEREK BATANG MERAH JAMBU (Sesamia inferens)

CIRI DAN GEJALA SERANGAN : Telur berderet pada pelepah daun, Daun muda dan Batang Tanaman mengering, Larva muda menyerang pelepah hingga tulang daun, Serangan dapat berlanjut hingga tongkol dan rambut jagung. PENGENDALIAN : Cabut dan bakar tanaman yang terserang. Lakukan Penanaman secara Serentak. Lakukan rotasi tanaman dengan Kacang-kacangan, Lakukan Penyemprotan dengan klorforifos, deltametrin, lamda sihalotrin
BELALANG (Locusta migratoria)

CIRI HAMA DAN GEJALA SERANGAN : Telur, di dalam tanah, coklat, lonjong, panjang 5-8 mm. Serangga, aktif siang hari, suka hidup berpindah. Memakan daun dari tepi, daun dpt habis termakan. Pertumbuhan/proses fotosintesis tanaman terhambat. PENGENDALIAN : Pergiliran tanaman/varietas. Sanitasi/kebersihan lahan dari tanaman inang. Penanaman secara serentak. Penangkapan secara massal dan serentak dengan jaring. Penyemprotan insektisida, dimetoat, lamda sihalotrin, deltametrin
HAMA LAINNYA SEBAGAI VEKTOR
HAMA WERENG JAGUNG DALBULUS MAIDIS menjadi Vektor Penyebab Penyakit Virus Kerdil Jagung (maize stunt Virus).

HAMA RHAPALOSIPHUM MAIDIS menjadi Vektor Penyebab Penyakit Virus Mosaik Kerdil Jagung (maize dwarf mozaic).

HAMA CICADULINA SP. menjadi Vektor Penyebab Penyakit Virus Bergaris (maize stripe Virus).

PENYAKIT PADA PENYIMPANAN HASIL PANEN
Jenis Jamur yang sering ditemukan pada Penyimpanan Hasil Panen adalah Aspergillus sp. dan Penicillium sp., Kadar Air menentukan Perkembangan-biakan Jamur, yang berakibat menurunkan mutu hasil panen.
ASPERGILLUS SP. Pada KA kisaran 15% – 18,5%, mengakibatkan Endosperm berwarna Coklat, menimbulkan panas, dan menghasilkan racun. PENICILLIUM SP. Pada KA kisaran 16,5%-19,5%, mengakibatkan Endosperm berwarna Coklat dan lunak. PENGENDALIAN : Menurunkan Kadar Air pada Jagung Hasil Panen. Menurunkan Kelembaban Ruang Penyimpanan

GEJALA FISIOLOGIS PADA AKAR
Akar Sehat, Akar Menjelajah areal yang luas dari Profil Tanah. Kahat Fosfor, Sistem Perakaran Dangkal dan Sedikit. Cacing Akar, Memakan Akar Halus dan membuat Lubang pada Akar yang Besar.


Akar Dangkal, Drainase Buruk dengan Lapisan Olah yang Keras, Akar Dangkal dan Mendatar. Tidak Tahan Kering dan Mudah Rebah. Tanah Masam, Akar Bagian Bawah berubah Warna dan Busuk, dan pada Akar Penunjang Tumbuh pada Buku ke 3 dan ke 4.


Akar Potong, Akibat Perawatan Tidak Hati-Hati. Zat Kimia, Akibat Residu Zat Kimia, Akar Bengkok, Akar. Penunjang Menyatu


GEJALA FISIOLOGIS PADA DAUN

CIRI KHAS : Daun Sehat, Daun Mengkilat dan Warna Hijau Tua bila tanaman mendapat suplay hara cukup. Kahat Fosfor, Daun berwarna Ungu Kemerahan, terutama pada tanaman yang masih Muda. Kahat Kalium , Ujung dan Tepi Daun berwarna Kekuningan atau mengering ( Huruf V terbalik ). Kahat Nitrogen, Warna Kekuningan pada Ujung Daun dan berkembang sepanjang tulang Daun Muda ( Huruf V ). Kahat Magnesium, Timbulnya Garis-Garis Keputihan sepanjang tulang daun dan seringkali timbul Warna Ungu pada bagian Bawah dari Daun Tua. Kekeringan, Tanaman berwarna Hijau Keabuan dan daun Menggulung seperti Pensil. Zat Kimia, Ujung dan Tepi Daun seperti Terbakar, dan Jaringan daun Mati dan Daun bertopi Putih
GEJALA FISIOLOGIS PADA BATANG

CIRI KHAS : 1. Batang Sehat, Mempunyai ukuran normal. Bagian dalam Batang berwarna Putih dan Sehat. 2. Kahat Kalium, Jika Batang dipotong menunjukkan Warna Coklat pada Bukunya. 3. Kahat Fosfor, Batang Lemah dan Kecil, kadang-kadang tanaman tidak membentuk Tongkol atau Tongkol Kecil, Warna Ungu pada Daun Tua. 4. Over Nitrogen, Tanaman Jagung membentuk Anakan, terlalu banyak N pada awal Pertumbuhan. 5. Penyakit, Busuk pada Bagian dalam Batang,tanaman cepat mati dan Batang Patah, Tongkol mengecil dengan Banyak Kelobot dan Biji ringan
GEJALA FISIOLOGIS PADA TONGKOL

1.Tongkol Normal, Mendapat cukup Pupuk dan Produksi Tinggi beratnya sekitar 175-250 gram. 2.Tongkol Besar , Berat lebih dari 250 gram, salah satu indikasi. Populasi Tanaman terlalu Sedikit untuk mencapai produksi yang menguntungkan. 3. Tongkol Kecil, Indikasi Tanah kurang Subur, Populasi tanaman terlalu banyak. 4.Kahat Kalium, Ujung Tongkol tidak Berbiji Penuh, & Biji Jarang. 5. Kahat Fosfor, Mengganggu Persarian dan Pembentukan Biji. Tongkol Kecil, Sering Bengkok bentuk Biji tidak Sempurna 6. Kahat Nitrogen, Tongkol Kecil dengan Kadar Protein Rendah, dan ujung tongkol tidak berbiji. 7. Rambut Hijau , Saat tongkol masak, Tanaman terlalu Banyak N dan tidak Seimbang dengan Hara lainnya. 8.Udara Kering, Penyebab Pembentukan Rambut Lambat, Persarian tidak Sempurna pada saat Pembentukan Biji.
KELAINAN GENETIS
