Bunga Krisan (Chrysanthemum) merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan dan dijadikan sumber penghasilan. Bunga Krisan masih satu famili dengan bunga Aster, Daisy yaitu famili Asteraceae. Keunggulan Krisan terletak pada masa tanamnya yang singkat dan harganya yang stabil, keanekaragaman warna dan bentuk bunganya. Juga karena bisa sebagai bunga potong, Krisan bisa tahan lebih dari 2 minggu di vas. Krisan pot bahkan bisa bertahan sampai hitungan bulan.
Krisan sebenarnya bunga asli dari kawasan Asia Timur, seperti Korea, Jepang, dan China Utara. Tapi saat ini lebih banyak ditanam dinegara Eropa dan Amerika. Di Prancis, Krisan merupakan bunga yang diasosiasikan dengan duka dan kematian. Krisan putih banyak digunakan untuk pemakaman dan juga setiap tanggal 1 November pada saat perayaan La Toussaint (All Saints). Krisan warna warni diserbu untuk menghiasi kuburan. Kalau di Indonesia, Krisan digunakan untuk bunga pernikahan.
Budidaya Krisan
Tanaman Krisan sangat cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 700 – 1200 dpl. Untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman harus dilakukan di dalam bangunan rumah plastik, karena krisan tidak tahan terpahan air.

Untuk pembungaan, Krisan membutuhkan cahaya yang lebih lama, karenanya perlu bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penyinaran paling baik ditengah malam antara jam 23.30 – 01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m2, dan lampu dipasang setinggi 1,5 m dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2 – 8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.
Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20 – 26˚C. Toleransi suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17 – 30˚C. Di pemibitan krisan perlu kelembaban tinggi, untuk awal pembentukan akar bibit dari stek yaitu berkisar 90 – 95%, sedangkan untuk tanaman muda sampai dewasa antara 70 – 80%, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai.

Tanaman Krisan mulai berbunga pada umur 10 – 14 minggu setelah tanam, tergantung pada jenis varitasnya. Saat panen yang paling tepat untuk Krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3 – 4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat dipanen bila 75 – 80% dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.
Bibit Krisan bisa didapatkan dengan jalan penanaman stek pucuk atau kultur jaringan. Krisan bisa dipacu produksinya dengan penggunaan perlakuan khusus berupa pembuangan titik tumbuh (pincing), penjarangan tanaman dan penyemprotan D.I.Grow Red secara rutin setiap 7- 10 hari sekali dengan dosis 3-5 cc/liter air. Cara pembuatan bibit stek dari krisan potong sebagai berikut: setelah semingguan menikmati bunganya, batang pohon jangan dibuang. Potong tangkainya 5 – 7 cm, terus celupkan pada larutan 5 cc D.I.Grow + 100 cc air beberapa detik, terus tancapkan di pot, biarkan 10 – 14 hari akar sudah mulai tumbuh, baru bisa dipindahkan ke pot atau pekarangan rumah.

Bisa juga dari biji, dengan cara: biji direndam dalam larutan D.I.Grow dengan dosis 5 cc/500 cc air selama 12 jam, kemudian semaikan biji pada media semai berupa sekam : pasir : tanah : pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1. Siram secara rutin pagi dan sore.
Pemupukan pada masa pertumbuhan (hingga 2 bulan) dilakukan dengan menyemprot D.I.grow Green dengan dosis 3 cc/liter air setiap 7 – 10 hari sekali. Ketika tanaman menampakkan kuntum bunga, gunakan D.I.Grow Red dengan dosis 3 – 5 cc/liter air, semprot setiap 7 – 10 hari sekali.
Manfaat Krisan Bagi Kesehatan Manusia
Krisan jenis Chrysanthemum morifolium atau Chrysanthemum indicum, yang warna putih atau kuning bisa dijadikan teh krisan atau Chrysanthemum tea. Khasiatnya untuk penyembuhan influenza, jerawat dan mengatasi panas dalam serta sakit tenggorokan. Bisa juga untuk obat demam, mata panas dan berair, pusing-pusing serta untuk membersihkan liver. Selamat mencoba….!!!!
